HASIL DARI PROGRAM YANG DI JALANANKAN
Tulis jari-jari tabung: 13
Tulis tinggi tabung: 19
Volume tabung adalah 10087.65
** Process exited - Return Code: 0 **
HASIL DARI PROGRAM YANG DI JALANANKAN
Tulis jari-jari tabung: 13
Tulis tinggi tabung: 19
Volume tabung adalah 10087.65
** Process exited - Return Code: 0 **
HASIL DARI PROGRAM YANG DI JALANANKAN
Tulis alas segitiga: 19
Tulis tinggi segitiga: 25
Luas segitiga adalah 237.50
** Process exited - Return Code: 0 **
HASIL DARI PROGRAM YANG DI JALANANKAN
Masukkan sebuah angka: 9
9 bukan bilangan prima.
** Process exited - Return Code: 0 **
HASIL DARI PROGRAM YANG DI JALANANKAN
Masukkan sebuah angka: 9
Akar kuadrat dari 9.0 adalah 3.000
** Process exited - Return Code: 0 **
Topologi Jaringan
Topologi yang ditampilkan terdiri dari:
R1 terhubung ke jaringan 192.168.1.0/24 dan 12.12.12.0/24
R2 terhubung ke jaringan 192.168.2.0/24, 12.12.12.0/24, dan 23.23.23.0/24
R3 terhubung ke jaringan 192.168.3.0/24 dan 23.23.23.0/24
📘 Tujuan Static Routing
Tujuannya adalah:
Membuat routing ke semua network yang tidak direct connected dengan router kita.
Artinya, setiap router hanya tahu secara otomatis tentang jaringan yang langsung terhubung (directly connected) padanya.
Untuk bisa menjangkau jaringan lain, kita perlu menambahkan rute statis secara manual.
⚙️ Konfigurasi Routing Statis
Berikut contoh konfigurasi routing untuk setiap router:
🖥️ Router R1
Network yang tidak langsung terhubung:
192.168.2.0/24 (melalui R2)
192.168.3.0/24 (melalui R2 → R3)
Perintah di R1:
ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 12.12.12.2
ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 12.12.12.2
🖥️ Router R2
Network yang tidak langsung terhubung:
192.168.1.0/24 (melalui R1)
192.168.3.0/24 (melalui R3)
Perintah di R2:
ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 12.12.12.1
ip route 192.168.3.0 255.255.255.0 23.23.23.3
🖥️ Router R3
Network yang tidak langsung terhubung:
192.168.1.0/24 (melalui R2 → R1)
192.168.2.0/24 (melalui R2)
Perintah di R3:
ip route 192.168.1.0 255.255.255.0 23.23.23.2
ip route 192.168.2.0 255.255.255.0 23.23.23.2
📡 Kesimpulan
Routing statis berarti administrator menentukan sendiri jalur paket data.
Setiap router harus memiliki rute ke jaringan lain agar komunikasi end-to-end bisa terjadi.
Jika konfigurasi sudah benar, PC di jaringan 192.168.1.0/24 bisa berkomunikasi dengan PC di 192.168.3.0/24 meskipun lewat dua router (R1 → R2 → R3).
Menghitung Volume Tabung HASIL DARI PROGRAM YANG DI JALANANKAN Tulis jari-jari tabung: 13 Tulis tinggi tabung: 19 Volume tabu...